My story from celebreting of Idul Fitri

Allahu Akbar…………. Allahu Akbar……….. Allahu Akbar……..Lailahaillallah Wallahu  Akbar

Allahu Akbar  Walillahilham…

Wah ……..gema takbir telah berkumandang, betapa haru dan gembiranya hatiku mendengarnya. Sebuah kesuka-citaan setelah satu bulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadhan, saatnya kita merayakan kemenangan dengan menyambut hari yang membahagiakan ini. Setelah buka  puasa yang terakhir dengan sibuknya aku persiapkan baju untuk aku pakai dalam takbir bersama. Seakan tidak mau kalah sang ibu pun mulai menunjukkan keahliannya membuat kue. Namun dibalik kegembiraan menyambut datangnya hari raya idl fitri, terbersit dalam fikiranku sebuah kesedihan yaitu  tidak terpenuhinya 30 hari puasa seperti biasanya. Pada minggu kedua saya mendapat cobaan  sakit demam, sehingga harus membatalkan puasa. Any way,..semuanya tertutupi oleh kesuka citaan dalam indahnya malam takbir.  Semuanya seakan-akan hanyut dalam rasa itu. Seakan tidak menghiraukan keadaan perut yang baru diisi, dengan gegap gempita saya langsung lari menuju masjid untuk takbiran bersama. Sayapun tak mau kalah untuk menyuarakamn suara emas saya. Alhasil, sayapun terbawa dan terhanyut  dalam malam takbir itu.  Dengan wajah yang super ngantuk tapi luar biasa bahagia, jam 23.00 saya pulang dan tanpa berpikir panjang langsung cuci muka dan tidur.

Hhhhhhhhhhhfffffffffff………………

Ya ampun……….gawat, aku kesiangan uda jam 5 cuy, baru bangun. Dengan ambil langkah seribu saya langsung pergi kekamar mandi ambil air wudhu dan sholat. sehabis  sholat tanpa pikir panjang langsung ambil handuk dan mandi.

Byyuuuuuurrrrrr……..

Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 WIB ketika sangb surya mulai menampakkan senyumnya. Saatnya sholat Ied. Suasana haru pun sontak mewarnai pagi itu setelah sholat Ied, sesuai dengan tradisi keluarga dengan segala kekurangan dan kesalahan, semuanya saling bermaaf-maafan, tidak tersadari saya pun larut dalamsuasana itu, sehingga tetesan air mata pun jatuh..

Tes…tes…..hhhhikzz…hikzzz

Sesaat kemudian suasana menjadi antusias ketika ibu menyajikan masakan yang luar biasa, saatnya makannnnn.. nyam ….nyam…..nyam…..

Ampun kenyang  banget, uwh…ayah dan ibu mengajak seluruhnya untuk bersilaturahmi kerumah tetannga terdekat. Ketika sikap yang biasanya emosional, pelit, dan jutek semuanya berubah menjadi ramah luar biasa dan makanan melimpah dimana-mana. Ketika tetangga terdekat sudah selesai, silaturahmi dilanjutkan terhadap sanak saudara, dengan naik Jupiter saya langsung tancap gas kerumah nenek,sambutan yang luar biasa karena semua keluarga bisa berkumpul. Indahnya Idul Fitri seakan-akan dunia dalam satu hari tidak ada perang  yang terjadi.  Idul fitri yang penuh kedamaian,   semoga aura damai yang terjadi saat ini, menjadi aura positif setelah berakhirnya hari ini….

Thank’s ^^